Tips

Aqiqah Anak dengan Uang Pinjaman

Ibadah merupakan hal yang harus dilakkan jika memang orang tersebut mampu menjalaninya dan telah dicukupkan rejekinya untuk melakukan ibadah tersebut. Seperti yang kita semua ketahui bahwasanya ada beberapa ibadah yang dalam melaksanakannya dengan kecukupan biaya yang tidak sedikit seperti, naik haji, umroh, berqurban, dan beraqiqah. Sehingga dalam pelaksanaannya pun harus dilakukan dengan baik karena bersangkutan dengan orang banyak.

Tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan financial yang mencukupi karena satu dan lain hal sehingga terkadang hal inilah yang menjadi inti permasalahan dalam melaksanakannya. Namun, hal ini janganlah membuat kita merasa rendah dan selalu tidak cukup sebab pepatah mengatakan ‘jika ada niat, disitu ada jalan’ ada benarnya jika kita berikhtiar dan tetap berusaha apapun yang kita inginkan selalu diberikan jalan jika memang untuk kebaikan.

Salah satu cara yang hampir selalu menjadi perhatian utama dalam kesulitan ekonomi yaitu dengan meminjam atau berhutang. Hampir semua orang tentu pernah berhutang mulai dari jumlah yang sangat sedikit hingga besar jumlahnya entah untuk melanjutkan kelangsungan usahanya dan berbagai macam alasannya lainnya, termasuk berhutang untuk ibadah khususnya aqiqah. layanan aqiqah yogyakarta

Dalam penerapannya beraqiqah merupakan sunnah hukumnya jadi bila memiliki kecukupan uang untuk membeli kambing maka sangat dianjurkan namun apabila belum ada uang maka tidak perlu didahulukan karena kembali kepada makna aqiqah itu sendiri yaitu berbagi kepada sesame yang membuthkan. Namun, tidaklah mengapa jika orang tua ingin mengakikahkan putra atau putrinya segera dengan meminjam uang kepada orang lain karena alasan belum terkumpul karena memang belum mendapatkan upah atau gaji dengan syarat penghutang dapat menepati janjinya untuk melunasi hutangnya saat sudah terkumpul atau sudah mendapatkan upah. Sesuai dengan dalil berikut. Imam Ahmad rahimahullahu berkata:

 

“Kalau dia tidak memiliki harta untuk aqiqah kemudian berhutang maka aku berharap Allah menggantinya karena dia telah menghidupkan sunnah ” (Al-Mughny, Ibnu Qudamah 13/395)

Dalam melaksanakan ibadah yang merupakan perintah tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, mungkin memang diperbolehkan melaksanakan aqiqah dengan meminjam kepada orang lain namun diperbolehkannya berhutang dengan orang lain dengan maksud agar tidak ada bunga yang memberatkan, sehingga apabila meminjam kepada Bank konvensional yang mana ada bunga didalamnya atau riba. Maka untuk sah atau tidaknya tentu sah bagi mereka yang beraqiqah dengan meminjam dari Bank, namun mereka berdosa karena telah melakukan pinjam meminjam dengan system riba.

Tinggalkan Balasan

Solve : *
26 ⁄ 13 =